Follow Us

Senin, 28 Mei 2012

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian

Share on :




Banyak para ahli yang berusaha mengungkapkan faktor - faktor pembentuk kepribadian sejak zaman dahulu. Berdasarkan hasil penelitian lahirlah beberapa aliran tentang kepribadian, antara lain sebagai berikut :
  • Nativisme : Kepribadian ditentukan oleh faktor pembawaan seperti bakat, kemauan dan kecerdasan. Tokoh aliran nativisme yaitu nativisme yaitu Thomas Hobbes dan J.J.Rousseau
  • Empirisme : kepribadian ditentukan oleh pengalaman atau lingkungannya. Tokoh aliran ini adalah  John Locke
  • Konvergensi : Aliran ini merupakam perpaduan dari kedua aliran diatas yang menyatakan bahwa hasil perpaduan antara pembawaan dan pengalaman


Kepribadian umum (modal personality) adalah kepribadian yang ada pada sebagian besar warga suatu masyarakat, yang disebut juga dengan istilah watak umum.
Pembentukan kepribadian seseorang berlangsung dalam suatu proses yang disebut dengan sosialisasi, yaitu suatu proses dengan mana seseorang menghayati (mendarah-dagingkan-internalize) norma-norma kelompok dimana ia hidup sehingga muncullah dirinya yang “unik”.
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian sebagai proses sosialisasi mencakup:
1. Faktor biologis.
2. Faktor  Geografis.
3. Kebudayaan.
4. Pengalaman kelompok.
5. pengalaman unik. 



A. Faktor Biologis 


Seorang ahli bernama Mendel mengemukakan bahwa ada sifat menurun yang dibawa oleh faktor penentu (gen) yang berasal dari orang tuanya kepada anaknya, seperti mempunyai dua tangan, panca indera, kelenjar seks, golongan darah, bentuk mata dan otak yang rumit. Persamaan biologis ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang.
Setiap warisan biologis seserang juga bersifat unik, yang berarti, bahwa tidak seorang pun (kecuali anak kembar) yang mempunyai karakteristik fisik yang hampir sama.


B. Faktor  Geografis
Meliputi iklim dan bentuk muka bumi atau topografi setempat, serta sumber-sumber alam, Faktor lingkungan fisik (geografis) ini mempengaruhi lahirnya budaya yang berbeda pada masing-masing masyarakat.

C. Kebudayaan
Setiap kebudayaan memiliki ciri khas masing - masing. Perbedaan ciri khas kebudayaan tersebut dapat memengaruhi kepribadian seseorang, misalnya antara masyarakat desa dan masyarakat kota tentu akan memiliki banyak perbedaan


D. Pengalaman Kelompok
Sangat jelas sekali bahwa anggota kelompok yang lain mempunyai pengaruh yang penting bagi kepribadian individu. Adapun kelompok tersebut dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1) Kelompok acuan (Reference Group)
Merupakan kelompok yang diterima sebagai panutan atau model untuk penilaian atau tindakan seseorang. Pembentukan kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh pola hubungan dengan kelompok referensinya di tahun-tahun pertama yaitu dalam lingkungan keluarga. Dan seiring perkembangannya maka kelompok referensinya juga berkembang dan berpencar sesuai dengan keinginannya.
2) Kelompok majemuk
Hal ini timbul karena mengingat kompleksnya sebuah masyarakat. Sesuatu yang harus ditegakkan dapat saja dianggap tidak perlu oleh anggota masyarakat lainnya. Dalam keadaan seperti ini maka seseorang harus berusaha dengan keras untuk mempertahankan haknya untuk menentukan sendiri apa yang dianggapnya baik dan bermanfaat bagi diri dan kepribadiannya sehingga tidak terhanyut dalam arus perbedaan dalam kelompok majemuk tempat tinggalnya.


E. Pengalaman yang Unik
Dalam hidupnya seorang individu akan mempunyai pengalaman sendiri - sendiri. Pengalaman tersebut sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan baik dengan lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, kantor dll. Antara individu yang satu dengan yang lainnya memiliki pengalaman yang tidaksama. Dengan demikian, pengalaman tersebut akan membentuk sebuah kepribadian unik seseorang.

2 komentar:

2 Agustus 2012 21.18 Author
SUKMA Anda mengatakan....

DG SDGXDGD

2 Agustus 2012 21.19 Author
SUKMA Anda mengatakan....

Q24Q4

Tujuan Blog


Blog ini dibuat sebagai media dan sumber belajar Sosiologi bagi siswa SMA Surabaya kelas X. Dengan dilengkapi teori, contoh-contoh kasus dan gambar-gambar serta latihan soal, blog ini diharapkan menjadi bahan belajar yang komprehensip bagi siswa SMA. Diharapkan pula dengan adanya Blog yang terkait dengan pelajaran Sosiologi ini pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Sosiologi kelas X semakin optimal. Dengan dilengkapi kolom interaksi antara siswa dan guru diharapkan blog ini akan semakin meningkatkan ketertarikan siswa dan pada akhirnya diharapkan prestasi siswa akan meningkat.